Tuesday, June 13, 2017

Sang Pemimpi

            Hidupku semakin rumit, aku bahkan bingung apa mimpiku sebenarnya dan bagaimana cara untuk mendapatkannya. Ada pepatah yang mengatakan “Semua Berawal Dari Mimpi”, ya itu semua benar adanya. Namun yang aku sesali saat ini adalah aku tidak tahu apa mimpiku yang sebenarnya. Setiap malam sebelum tidur aku selalu membayangkan aku memiliki sebuah perusahaan IT terbesar di Asia dan Eropa, namun menurutku itu tidak realistis. Aku pernah mendengar kalimat “Bermimpilah Setinggi Langit” kalimat itu menurutku benar, namun tidak realistis dan sulit untuk membuatnya menjadi nyata. Mimpiku terlalu tinggi, dan aku mungkin tidak akan pernah dapat menggapainya. Ini bukanlah pernyataan dari seorang yang putus asa, namun ini adalah pernyataan dari seorang pemimpi.

            Seperti yang aku tahu bahwa impossible is nothing, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Aku bukan tidak bisa untuk menggapainya, tapi aku belum menemukan bagaimana caranya. Atau mungkin aku terlalu bingung untuk memikirkan dari mana aku akan memulainya. Harusnya aku sadar, tidak perlu bermimpi terlalu tinggi hingga aku tidak dapat menggapainya. Selama ini aku terlalu fokus menonton film fiksi, sehingga imajinasiku terlalu tinggi. Kegemaranku akan film tidak dapat dihilangkan, aku selalu terpaku saat aku menonton film, seakan-akan aku berada dalam film tersebut.

            Aku harus sadar, bahwa itu semua hanyalah sebuah cerita karangan manusia. Bagaimana bisa aku sangat menikmati hal itu dan menganggap semua hal itu nyata? Aku terkubur dalam imajinasiku, layaknya aku terkunci dalam sebuah ruangan tanpa jendela, itulah yang membuatku tidak mengenal dunia luar. Tapi hal positif yang dapat aku ambil adalah, setidaknya aku masih punya mimpi. Menurutku mimpi merupakan fondasi, awal dan alasan mengapa aku hidup di dunia ini. Dan sekarang adalah saatnya aku mengganti mimpiku menjadi lebih realistis lagi. Aku bukanlah orang yang telah sukses, namun aku adalah seorang pemimpi yang mencoba bangun dari tidur dan mewujudkan mimpiku tersebut.

            Yang saat ini masih membingungkan dari diriku adalah, aku bukan tipe orang yang gemar membaca, namun aku adalah orang yang gemar menulis. Aku lebih suka menonton daripada membaca. Aku dapat menerjemahkan jalannya film yang telah aku tonton kedalam bentuk tulisan untuk dapat aku ceritakan kembali. Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa aku aneh, aku selalu menceritakan tokoh-tokoh fiktif menurut mereka yang tidak mengetahuinya, itu merupakan hal yang tidak mungkin. Tapi nyatanya, itu merupakan karya fiksi ilmiah yang mungkin saja dapat dibuktikan dalam dunia nyata.

            Aku merupakan tipe orang yang bosenan, hampir semua kegiatan yang membosakan tidak pernah kulakukan, seperti membaca buku. Aku bosan karena aku tidak dapat menikmati jalan ceritanya. Beda halnya dengan menonton film, tidak akan pernah bosan jika aku menonton film yang sama berulan-ulang kali.

            Lakukan hal yang dapat membuat kamu nyaman, maka kamu tidak akan berfikir untuk meninggalkan hal tersebut. Sama halnya dengan aku yang merasa nyaman dan tenang ketika aku menonton film. Dikala aku memiliki masalah yang amat memusingkan kepala, aku selalu mencari film untuk ditonton, dengan begitu aku menjadi lupa akan masalahku saat itu. Jadi, lakukan hal yang membuat kamu nyaman, jangan pedulikan omongan orang tentang apa yang kamu sukai selama itu baik menurutmu. Orang hanya dapat berkomentar, mereka tidak mengetahui bagaimana rasanya berada diposisimu saat itu.

Kisah Burung Kecil

          Awan hitam menghalangi hangatnya sinar mentari. Rintik-rintik air hujan turun membasahi teras depan sangkarku. Aku adalah seekor burung kecil yang berada dalam sangkar, dan tak pernah tahu bagaimana kondisi dunia luar itu seperti apa. Aku hanya dapat melihat dari dalam sangkarku.

            Sesekali aku ingin terbang keluar hanya untuk mengetahui sedikit saja tentang dunia luar, namun aku takut tidak dapat kembali lagi. Sampai pada suatu hari, aku mendapati pintu sangkarku yang sedang terbuka. Dengan sangat bergegas aku terbang keluar sangkar dengan penuh rasa ketakutan, takut akan kejahatan yang belum pernah aku ketahui sebelumnya. Disepanjang perjalanan, aku melihat banyak sekali bunga yang bermekaran ditaman. Aku terkejut, betapa indahnya dunia, namun megapa baru sekarang aku mengetahuinya. Aku hinggap di sepucuk bunga yang sedang mekar, mengambil sedikit nektar untuk mengisi perutku yang kosong. Aku terkejut, betapa enaknya itu. Selama ini aku hanya makn dari pakan instan yang diberikan oleh pemilikku.

         Setelah itu aku kembali melanjutkan perjalananku, hingga sampailah aku dipemukiman manusia. Akupun mencari pohon besar untuk aku hinggapi. Dari atas ketinggian aku melihat beberapa manusia yang sedang bermain dengan seekor anjing peliharaannya. Aku melihat anjing itu sangat senang diajak bermain oleh pemiliknya, sama seperti aku yang dirawat dengan baik oleh pemilikku. Akupun kembali melanjutkan perjalananku, hingga aku sampai di sebuah kebun yang rindang dan banyak pepohonan. Aku kembali lapar, namun tidak menjumpai satupun pohon berbunga.

           Sampai akhirnya aku terkejut!! Peluru dari senapan angin hampir saja melubangi sayapku. Spontan akupun terbang dengan sangat cepatnya menghindari sekelompok manusia yang ingin memburuku. Dengan penuh ketakutan, aku bersembunyi di dedaunan yang lebat. Beberapa saat kemudian para pemburu pergi meninggalkan daerah tempatku bersembunyi. Akupun perlahan terbang pergi menjauhi para pemburu itu. Hingga akhirnya aku menghampiri beberapa anak laki-laki yang sedang berjalan membawa ketapel. Tiba-tiba mereka membidik, dan melempariku dengan batu kerikil. Salah satu batunya mengenai kepalaku hingga berdarah. Aku terus terbang menghindar namun tetap saja aku dilempari batu. Mereka terus mengejarku karena aku terbang terlalu rendah.

          Sampai akhirnya aku terjatuh dalam padang ilalang, aku bersembunyi diantara rerumputan yang tinggi. Mereka terus mencari-cariku, aku semakin takut bukan main, aku berfikir apakah ini akhir dari kisah hidupku. Namun takdir berkata lain, mereka tidak menemukan keberadaanku dan kembali pulang. Perlahan-lahan aku terbang dengan kepala bercucuran darah. Rasa menyesal telah meningglkan sangkar terlintas dipikiranku. Aku terus terbang mencari dimana rumah pemilikku. Aku tersesat, kepanasan, dan kehujanan. Dengan luka dikepala, aku terus bersabar dan terus terbang mencari arah.

          Hingga akhirnya, pemilikku menemukan aku yang telah terjatuh di rerumputan taman dekat rumahnya. Dia mengambilku dengan penuh kasih sayang dan merawat luka dikepalaku. Aku bersyukur bisa kembali pulang, namun aa beberapa pelajaran penting yang dapat aku ambil, yaitu jangan pernah menyerah seberat apapun rintangan yang kamu hadapi diluar sana. Jangan pernah menyerah kepada mereka yang ingin membuatmu jatuh, demi kepentingan mereka sendiri, tunjukkan bahwa kamu mampu melawan rasa takutmu dan dapat menjadi lebih baik lagi.

Saturday, April 8, 2017

Kesibukkanku Tidak Berarti..

        Sampai saat ini aku tidak tau apa tujuan hidupku sebenarnya. Aku tidak mengerti untuk apa hal yang selama ini telah aku jalani. Keinginanku hanyalah dapat membahagiakan kedua orang tuaku terutama ibuku. Tapi apa yang selama ini sudah aku lakukan? Aku hanya sibuk dengan urusanku sendiri. Dari pagi aku kerja lalu malamnya kuliah, kapan aku ada waktu walau hanya sekedar ngobrol dengan ibuku? Apa ini yang dimaksud membahagiakan? Dengan cara menyibukkan diri seperti ini? Lalu apa hasil dari kesibukanku selama ini? Aku hanya bisa menjawab Nothing! Dari dulu aku hanya menanamkan prinsip hidup bahwa jangan mencari ilmu hanya untuk mendapatkan materi / uang.

        Aku mencari ilmu untuk bertahan hidup, karena sebenarnya aku sangat ingin mengajar, namun di satu sisi aku tidak mungkin. Aku hanya ingin menjadi orang yang berguna di sekitar orang-orang yang ada disekitarku. Aku sejak smp sudah mulai aktif kegiatan karang taruna, lalu semakin dewasa semakin aku sibuk dan akhirnya terlupakan. Padahal itu adalah hal yang dapat membantuku menjadi orang yang berguna bagi lingkungan sekitar, semua itu hilang karena KESIBUKAN. Teman-temanku hilang juga karena kesibukan. Sejak sekolah aku sangat ingin menulis novel sendiri, namun rasanya aku tidak akan mampu melakukan hal itu.

        Aku pun ingin sekali mahir komputer, namun rasanya juga sulit sekali. Aku bukannya mau menyerah, namun aku bingung harus berbuat apa lagi. Aku sudah berusaha walaupun belum maksimal. Rasanya sangat memalukan sekali kalau aku berhenti sekarang. Mendadak aku tertarik dalam dunia bahasa, aku ingin sekali menguasai berbagai macam bahasa. Entah apa yang ada dipikiranku, aku tidak bisa menentukan apa sebenarnya yang aku inginkan. Aku hanya ingin menjadi orang yang berguna, dan orang berguna itu harus memiliki ilmu. Aku ingin orang mencariku karena butuh dengan ilmu ku, bukan apa yang aku miliki.

        Aku hanya mau dilihat sederhana, dan tidak tau apa-apa. Aku tidak pernah mementingkan gaya dan penampilan, bagiku itu semua tidak penting. Bukan berarti aku akan berpenampilan urakan, aku tetap sopan, walaupun tidak fashionable. Aku adalah tipe orang yang tidak suka hanya dengan satu hal. Aku suka beberapa hal sekaligus. Aku harus mendapatkan itu semua. Aku harus menguasai dunia komputer sekaligus belajar bahasa dan mencoba hal lain yang belum pernah aku pelajari. Sejak dahulu aku selalu menanamkan mindset bahwa walaupun aku tidak bisa, bukan berarti aku mau menjadi yang paling terbawah. Aku sangat tidak suka berada diurutan terbawah. Oleh karena itu, aku berusaha sebisa mungkin untuk hanya sekedar tahu, walaupun sebenarnya aku tidak bisa. Aku memiliki seorang adik laki-laki, dan aku tidak boleh memberikan contoh yang buruk kepadanya. Walaupun sebenarnya tidak ada satupun hal baik yang bisa aku contohkan kepadanya.

          Aku hanya ingin adikku satu-satunya itu menjadi orang yang pintar, aku dukung fasilitasnya asalkan dia mau belajar. Sering kali terpikir dalam benakku bahwa aku ingin ikut dalam kegiatan sosial yaitu mengajar anak-anak yang tidak mampu, namun lagi-lagi hanya karena kesibukkan aku tidak dapat menjalankannya. Aku bukannya tidak bersyukur atas pekerjaanku saat ini, namun aku sebenarnya sangat menginginkan pekerjaan yang waktunya lebih tetap lagi. Aku ingin agar aku memiliki banyak waktu untuk berbagi kepada yang membutuhkanku. Aku tidak bisa berhenti sekarang, karena hanya disinilah tempat kerja yang paling dekat dengan kampusku, walaupun jam kerjanya tidak beraturan.

         Tetapi pekerjaan inilah yang akan membantuku untuk mendapatkan gelar. Bersyukur adalah kata yang paling tepat saat ini. Walaupun terlihat sangat berat dalam menjalaninya, namun aku selalu menikmatinnya, setidaknya itulah yang akan membuatku sedikit tersenyum disaat kesibukkan membuatku sangat lelah. Aku ingin semua hal yang aku jalani secara bersamaan berjalan dengan seimbang, namun kenyataannya sangatlah sulit. Terkadang ada yang harus aku korbankan demi salah satu kesibukanku itu. Belum saatnya aku bahagia sekarang, aku hanya ingin bersantai di hari tua, bukan sekarang. Selama masih muda, aku ingin menyibukkan diriku sampai aku menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi manusia lain.

Saturday, August 6, 2016

Hidup Tanpa Tujuan Sama Saja Seperti Mesin Rusak

         Keadaan sekarang menjadi semakin rumit. Aku bahkan tidak bisa menggunakan otakku untuk berfikir. Ada hal yang mengganggu pikiranku. Hari demi hari berlalu tapi tidak ada kemajuan yang aku alami. Mendadak aku bingung dengan apa tujuanku sebenarnya. “Hidup Tanpa Tujuan Sama Saja Seperti Mesin Rusak” HUGO. Kutipan itu mengingatkan kondisiku saat ini.

           Aku yang mulai kehilangan tujuan menggambarkanku layaknya mesin yang rusak. Ya, aku seperti mesin rusak yang tidak berguna. Aku selalu bingung dengan apa yang akan aku lakukan. Cita-citaku menjadi seorang programer, tapi hobby ku menulis dan menonton film. Sedangkan untuk menjadi programer aku harus fokus dan berfikir. Terkadang ini menjadi sangat sulit ketika tak ada seorangpun yang membantuku. Aku jenuh sekali berhadapan dengan kodingan, aku lebih suka menonton, aku lebih menyukai hal yang berwarna dan bergambar. Semakin lama aku semakin malas masuk kuliah.

         Aku berfikir bahwa sesering apapun aku masuk, itu semua percuma, aku tidak akan mengerti materi itu. Sifatku yang mudah bosanpun membuatku semakin terpuruk dikala ada tugas ngoding. Aku pun sering berfikir bahwa buat apa aku punya otak tapi tidak digunakan? Aku jarang mau berfikir, aku susah menangkap pelajaran yang butuh konsentrasi tinggi. Sewaktu SMP dulu, aku sempat memiliki cita-cita sebagai penulis, tapi itu hanya impian anak kacil kan? Aku sangat suka dengan teknologi, tapi aku juga sangat senang menulis.

       Memiliki hobby menonton dan menulis itu sangat menyenangkan. Aku dapat melupakan semua masalahku dengan cara itu. Entah bagaimana itu bisa terjadi, setiap kali aku menonton film action atau genre lain kesukaanku, aku merasa terhipnotis dan tidak mendengar apa-apa lagi. Aku bagaikan hidaup dalam film tersebut. Aku sangat senang dengan hobbyku itu, walaupun tidak sedikit orang yang menghinaku karena aku terlalu dianggap sedang "drama" didepan mereka. Mungkin karena tutur kataku dan pola pikirku yang sering kali meniru kalimat yang ada di dalam film.

        Selain itu menulis juga merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan bagiku. Menurutku, dengan menulis aku dapat membuang sedikit saja rasa beban dikepalaku. Waktu sangat cepat berlalu, aku tersadar sekarang umurku sudah kepala 2. Dulu aku sangat senang bermain, tapi harusnya sekarang aku sudah mulai menata masa depan. Tapi mengapa aku masih berasa umur 17an yang suka bermain-main. Mau sampai kapan aku begini terus? Kapan aku mulai serius mengatur hidupku? Kapan aku seperti mesin yang tidak rusak? Apa sebenarnya tujuan hidupku?

         Mengapa ada saja orang yang mampir, merusak tujuan yang semula sudah aku susun? Lalu dengan mudahnya dia pergi begitu saja seolah-olah tidak ada yang terjadi? Untuk saat ini tujuan hidupku hanyalah ingin berdiri diatas kakiku sendiri. Aku tidak pernah mau menyusahkan orang lain walaupun sebenarnya aku butuh. Aku merasa aku belum mampu berdiri sendiri dengan terpaan angin yang begitu kencang, namun aku tidak akan menyerah dan akan selalu berusaha. Don’t ever give up..

Tuesday, July 26, 2016

Kamu Harus Menyelesaikan Apa Yang Sudah Kamu Mulai

          Aku tidak mengerti apa yang sedang aku pikirkan akhir-akhir ini. Aku sering sekali merasa kebingungan. Entah apa yang sedang aku bingungkan. Terjun di dalam dunia IT mungkin merupakan hal tersulit yang pernah aku alami dan aku masih belum menemukan jalan keluarnya. Waktu SD dulu aku sangat senang belajar pelajaran IPA fisika, waktu SMP aku senang pelajaran IPA biologi. Kemudian aku banting stir masuk SMK jurusan tata busana. Mulai dari NOL merupakan hal yang tidak mudah. Tugas sering tidak sempurna mengerjakannya karena aku sama sekali tidak ada knowledge tentang busana. Sesampainya di Ujian Produktif, aku dapat menyelesaikan gaunku dengan baik, mungkin lebih baik dari bayanganku saat aku baru masuk sekolah itu.

           Lulus SMK sekarangpun aku kuliah banting stir lagi mengambil jurusan sistem informasi. Sekarang sudah berjalan 4 semester, tapi aku merasa belum bisa apa-apa. Aku merasa belajar sangat lambat. Ini merupakan hal tersulit yang belum bisa aku selesaikan. Apakah hanya sampai disini kemampuanku? dulu aku dapat menyelesaikan tantangan yang sangat sulit, yaitu membuat pakaian dan menghiasnya. Sementara cita-citaku sejak SD adalah terjun dalam bidang pengetahuan. Apakah bersekolah 3 tahun dalam jurusan tata busana menjadikanku lupa akan cita-citaku? Selama SMK aku dibentuk untuk fokus pada visual, menggambar, menghias. Lalu sekarang aku kesulitan untuk berfikir keras. Aku sangat kesulitan menghafal sesuatu yang asing bagiku. Akupun tidak bisa menangkap pelajaran jika hanya sebatas hitam diatas putih.

           Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku sudah mencoba belajar, tapi sungguh sangat sulit. Aku sudah berkali-kali belajar dengan senior, tapi ingatanku cepat sekali lupa. Aku bingung, apakah ada yang salah dengan ingatanku. Dulu sebelum kuliah aku berfikir seribu kali, karna sejak lulus, kepalaku sering sakit kalau sedang berfikir. Bahkan sakitnya sering parah sampai tidak bisa tidur. Disitu aku yakinkan aku bisa berfikir saat kuliah, nyatanya aku tidak bisa. Saat pelajaran pun kepalaku sering sakit jika sedang diberikan tugas. Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mugkin mundur, aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Tapi ini sangat berat untukku.

         Disetiap aku jenuh, aku selalu ingat keluargaku. Aku harus bisa menjadi sarjana pertama di keluargaku. Aku tidak mengharapkan apapun selain keahlian. Dari dulu aku selalu ingin menguasai berbagai macam hal, contohnya dulu aku ingin sekali menguasai beberapa bahasa tapi sangat sulit sampai sekarang. Lalu sekarang aku sedang proses menguasai komputer. Aku sudah menguasai mesin jahit, dan ilmu busana lainnya, sekarang waktunya aku menambah keahlianku. Akupun tidak mau berhenti hanya menguasai dunia busana dan komputer, pekerjaanku sekarang membantuku untuk menguasai dunia retail.

        Aku belajar ilmu bisnis walau tidak banyak, aku terjun langsung dilapangan bagaimana dunia perdagangan itu berlangsung. Pekerjaanku menawarkan barang kepada customer memaksaku untuk aktif. Sedangkan aku yang mengidap penyakit Social Anxiety Disorder (SAD) sangat kesulitan untuk aktif bekerja dilapangan. Penyakitku memang tidak parah, tapi aku cukup terganggu dengan hal itu. Bagaimana bisa aku yang takut bertemu orang baru, takut keramaian, takut menatap orang baru, bekerja sebagai sales yang benar-benar harus bisa meyakinkan customer untuk membeli barang yang aku jual?

         Aku benar-benar kesulitan dalam hal ini, tapi aku paksa sebisa mungkin agar aku mendapat penjualan, agar aku tetap bekerja, agar aku punya nilai. Karna prinsipku adalah aku tidak mau menjadi yang terendah walaupun aku tidak bisa. “Do your best at any momment that you have” Cuma itu motto hidupku. Jadi walaupun aku tidak bisa, bukan berarti aku mau menjadi yang paling terbawah. Aku masih butuh pekerjaan ini untuk membayar kuliahku. Dan aku selalu mempertahankan produktifitasku sebagai sales karna aku tidak pernah mau menjadi orang yang tak bernilai walaupun dengan kondisi sakit SAD ini. Aku akan bertahan menjadi sales, karena dari dulu prinsipku adalah jangan berhenti kerja sebelum diberhentikan, dan AKU HARUS MENYELESAIKAN APA YANG SUDAH AKU MULAI.

Friday, October 30, 2015

Cobalah Lihat Dari Sudut Pandang Lain..

          Aku tidak tau bagaimana dan mengapa ini terjadi. Aku hanya berjalan bagaikan mengikuti aliran air disungai. Impianku setinggi langit, angan-anganku bagaikan burung yang terbang lepas di atas awan. Akupun bingung mau memulai semua ini dari mana ? sedangkan aku tidak tau dimana garis start itu berada. Dan aku tidak tau seberapa jauh jaraknya untuk sampai ke garis finish.

           Yang hanya bisa kulakukan saat ini adalah berjalan mengikuti arus. Terkadang aku sangat lelah berjalan, dan aku ingin sekali berlari agar aku cepat sampai garis finish. Akan tetapi aku takut terjatuh dan takut terluka. Aku selalu bertanya-tanya, apa selanjutnya yang akan aku lakukan? Tetapi aku selalu tidak dapat menjawabnya. Aku hanya dapat menjalani apa yang sudah aku mulai. Mau tidak mau, berat ringannya pekerjaanku saat ini akan kujalani.

          Tidak jarang aku dimarahi, semua perbuatanku seolah tidak berguna, tapi apalah dayaku, aku hanya seorang pekerja. Selalu muncul pertanyaan di kepalaku, mau sampai kapan ? tapi hatiku berkata tahan! Sabar! Coba lihat dari sudut pandang lain, banyak oarang yang kesana kemari mencari pekerjaan, banyak juga yang mendapat pekerjaan tidak sesuai dengan keinginannya. Harusnya aku bersyukur, pekerjaanku tidak memakan banyak tenaga, hanya sedikit tenaga dan pikiran yang aku gunakan. Bagaimana dengan orang yang bekerja sebagai penggali saluran air dipinggir jalan? Mereka bekerja dibawah terik matahari yang sangat menyengat, tanpa pelindung sedikitpun.

          Mereka mengangkat beban yang cukup berat, dan tidak jarang mereka turun ke saluran yang masih terdapat banyak air yang baunya sangat tidak enak. Mengapa mereka mau melakukan hal itu? Jelas jawabannya adalah untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Sedangkan untuk apa aku bekerja? Sedangkan aku belum berkeluarga. Ya jelas aku ingin memberi sedikit ke orang tuaku dan untuk aku belanja-belanja.

          Lalu untuk itu saja semua hasil aku bekerja selama ini? Mengapa aku selalu merasa kekurangan? Apa karena aku kurang bersyukur? Aku juga punya tujuan memiliki sesuatu yang harganya tidak akan mampu terbayar hanya dengan gaji satu bulan aku bekerja. Lalu bagaimana aku mengumpulkan dan menyimpan uangku agar tidak terpakai dan cepat mendapatkan apa yang aku mau? Itu masih menjadi pertanyaan besar yang jawabnya belum ada dipikiranku. Harus ada yang menyadarkanku tentang susahnya mencari uang. Bahkan teman-temanku yang terlalu baik mau meminjamkan uang kepadaku bukanlah hal yang mendidik.

             Mereka memang berniat menolong, tetapi andai saja mereka tidak meminjamkannya kepadaku, aku pasti akan merasa sangat sulit dan sangat sedih tidak punya uang, dan aku pasti akan lebih menghemat uangku ketika aku masih memilikinya. Aku akan berusaha lebih keras lagi agar aku tidak boros. Impianku masih panjang, dan aku membutuhkan uang untuk mempermudahku dalam mewujudkannya. Save Money To Our Future!!!

Monday, February 16, 2015

IBU

             Keluarga adalah orang yang sangat berarti di hidupku. Tanpa keluarga, aku bukanlah aku, melainkan hanya seongok daging yang tidak berarti. Keluargalah yang membentuk karakter aku. Keluargalah yang membuat hidupku penuh dengan makna. Anggota keluarga yang paling aku kagumi adalah IBU. Bagi saya, ibu adalah matahari yang selalu menghangatkan, ibu adalah pelangi yang selalu memberi warna dalam hidup, ibu adalah bulan yang menyinari malamku. Apalah artinya hidup jika tanpa ibu?

               Teringat saat aku masih kecil, aku selalu digendong kemanapun ia pergi. Ia selalu terbangun di setiap malam beratku saat aku sakit. Ia yang selalu menyiapkan makananku disaat aku kelaparan. Sungguh, sangat tidak mampu jika aku harus membayar semua jasa dari seorang ibu.
Tapi, mengapa sekarang banyak anak yang berani menghina ibunya? mengapa banyak anak yang berani berkata kasar kepada ibunya? bahkan ada anak yang tega memukul ibu kandungnya sendiri.
 Apa salah ibu sehingga seorang anak berani memakinya? Apakah ibu salah karena telah melahirkan anak ke dunia ini?
Ini adalah salah satu contoh cerita dari seorang ibu.

                 Pada suatu hari, seorang ibu membangunkan anaknya dan mengantarnya pergi ke sekolah menengah pertama. Ibu mengantar anaknya dengan menggunakan sepeda, dengan kondisi jalan yang naik turun dan berliku-liku. Sesampainya disekolah, sang anak turun dan berpamitan kepada ibu. Teman-teman yang melihatnya lantas menghina sang anak, dikarenakan mata ibunya yang buta sebelah. Sang anak pun malu. Sepulangnya dari sekolah, ia marah kepada ibunya dan menolak diantar ke sekolah dengan ibunya lagi.

                 Sejak kejadian itu, sang anak tidak mau lagi pergi bersama ibunya sampai ia lulus sma dan bekerja. Padahal sang ibu selalu berusaha keras agar anaknya dapat terus bersekolah. Setelah bekerja, sang anak lupa pada ibunya, ia bahkan tidak pernah memperhatikan keadaan ibunya. Sang ibu selalu memakai pakaian yang robek, karena ia tidak punya uang untuk membeli pakaian baru, sementara anaknya memakai pakaian yang bagus-bagus dan baru.

                 Sampai suatu hari, sang ibu pergi ke tempat kerja anaknya untuk membawakan makan siang. Dia bertanya kepada teman-teman anaknya, dimana ia bisa menemui sang anak. Setelah bertemu dengan anaknya, apa yang terjadi? Sang anak marah dan melempar makanan yang dibawakan ibunya. Ia memaki ibunya, dan mengatakan "aku benci punya ibu yang matanya buta sebelah". Kalimat yang terucap dari mulut anaknya itu lantas membuat hati sang ibu sakit bukan main.
               Sang ibu pun pulang kerumah dengan bercucuran air mata. Setelah pulang kerja, sang anak pun kerumah sambil mencari dimana ibunya. Ditemuilah sang ibu sedang tertidur diatas meja. dibangunkanlah sang ibu, tapi tidak juga terbangun. Sampai akhirnya iya menyadari bahwa ibunya sudah tidak bernafas lagi. Ditemui sebuah surat disamping ibunya yang berisi "Maafkan ibu yang tidak bisa menjadi orang terbaik dalam hidupmu nak, tapi satu hal yang harus kau tau, mata ibu buta sebelah bukan karena cacat dari lahir, melainkan ketika kamu masih kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan matamu buta sebelah, lalu ibu mendonorkan separuh mata ibu untukmu nak." setelah membaca surat itu, sang anak pun nangis sambil memanggil-manggil nama ibunya yang sudah tiada. Ia sangat menyesal selama ini telah menyia-nyiakan ibunya.

           Dari kisah di atas, tentunya kita tau, bahwa ibu adalah orang yang sangat berarti alam hidup kita, Ia adalah orang yang rela terluka demi kebahagiaan kita. Jadi, jangan pernah sia-siakan ibumu.